Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ijazah Mbah Akhyar bagi Keluarga Baru: Perbanyak Membaca QS. Ibrahim ayat 37

Ijazah kiai

Membangun keluarga merupakan hal yang baru bagi penulis. Ada banyak doa dan nasihat pernikahan semenjak hari pertama hingga lebih dari setengah tahun berjalan.

Termasuk salah satunya, adalah ijazah dari simbah KH. Akhyaruddin Ya’qub Allahu yarham.
Yakni bagi kita, orang-orang yang sedang membangun keluarga, supaya memperbanyak membaca surah Ibrahim ayat 37.

Demikianlah ijazah singkat mbah Yar yang penulis peroleh dari sahabat penulis, yang juga merupakan santri mbah Yar, kak Ahmad Jaelani.

 *

Bagi penulis pribadi, bersama istri, ayat tersebut sering kami baca berbarengan dengan doa bakda shalat lima waktu. Sesekali, penulis juga mengangan-angan maknanya, supaya bisa lebih dihayatai dan diekspresikan dalam kegiatan hidup sehari-hari.

Terjemah Ibrahim ayat 37

Berdasarkan pemaknaan tekstual ayat, fadilah memperbanyak surah Ibrahim ayat 37 ini adalah, supaya kita ingat akan beberapa hal.

Pertama, segala perkara yang kita hadapi sepantasnya kita ikut menyertakan Allah di dalamnya, bisa dengan membaca basmalah maupun doa (dari sapaan Rabbana).

Kedua, bahwa kita memasrahkan keluarga, yakni istri, dan keturunan kita, pada tempat tinggal yang telah disediakan dan ditentukan Allah swt, yang (semoga) diridhoi Allah swt (Inni askantu … baitikal muharram).

Ketiga, tujuan utama hidup dan kehidupan, bagi keluarga dan keturunan, hanyalah untuk beribadah kepada Allah swt (liyuqimus shalah).

Keempat, memohon agar keluarga dan keturunan nantinya ditempatkan Allah pada lingkungan masyarakat yang tenteram, tetangga dan orang-orang di sekeliling mereka yang ramah, yang hidup saling menghargai dan menghormati (faj’al af’idatan … tahwi ilaihim).

Kelima, setelah tujuan utama (ibadah) ditetapkan dan lingkungan yang tenteram dimintakan, selanjutnya kita memohon agar dicukupkan rizki kita baik berupa makanan maupun minuman, sebagai sarana penunjang ibadah dan penghambaan (warzuqhum minats tsamarat

Dan keenam, jangan lupa bersyukur. Bahwa di setiap keadaan, kita harus pintar-pintar memposisikan diri memandang nikmat Allah dan berterima kasih kepada-Nya (la’allahum yasykurun).

*

Semoga kebiasaan baik ini dapat kita istiqamahkan dan kita amalkan serta dihayati setiap hari, kini dan nanti.

Tabik.

Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

Post a Comment for "Ijazah Mbah Akhyar bagi Keluarga Baru: Perbanyak Membaca QS. Ibrahim ayat 37"