Hidayah Milik-Nya

Table of Contents
Anak salat

"Innaka laa tahdii man ahbabta wa lakinnallaha yahdii man yasyaa'"

(Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki.) — QS. Al-Qashash: 56

Hak Prerogatif Allah

Hidayah adalah hak prerogatif Allah. Kita boleh mengajak, membiasakan, bahkan—kadang dengan nada agak memaksa—menyuruh. Tapi yang membuat hati seseorang bergerak, itu sepenuhnya milik-Nya.

Selama ini, kami sering mengajak anak pertama kami, yang tahun depan genap berusia lima tahun, untuk ikut salat. Responsnya beragam: kadang menolak, kadang mau. Biasa saja, sebagaimana anak-anak seusianya.

Namun subuh tadi, terjadi sesuatu yang tidak biasa. Kami sama sekali tidak menyuruhnya atau mengajaknya salat—wajar saja, kami memang sudah menunaikan subuh terlebih dahulu, sementara ia baru saja bangun tidur. Tak lama kemudian, tanpa diminta, ia mengambil pecinya sendiri. Tanpa berwudu, tanpa sajadah, ia langsung menghadap kiblat, bertakbir, dan mulai melakukan gerakan salat.

"Kak Ziyan mau salat?" tanyaku, setengah tak percaya.

"Iya," jawabnya, singkat dan mantap.

Beberapa kali aku membetulkan gerakannya yang masih belum sempurna. Bacaannya pun belum ia hafal. Tapi hal itu sama sekali tidak mengurangi rasa haru yang menyeruak dalam dada.

Anak yang biasanya perlu diminta, bahkan didorong, untuk salat—pagi itu justru bergerak sendiri, tanpa siapa pun yang menyuruhnya.

Terima kasih, Tuhan.

Hidayah memang sepenuhnya milik-Mu untuk Kau berikan.

Tabik,

Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Saya seorang santri dan sarjana pertanian. Menulis adalah sarana saya bercerita, berwisata, sekaligus mengingat Kebesaran Sang Pencipta

Post a Comment