Menjenguk Sesama, Tak Harus Bertatap Muka

Table of Contents
لقاء الخليل شفاء العليل

Hari-hari ini, banyak orang di sekeliling kita yang jatuh sakit, entah karena sedang memasuki pancaroba, atau mungkin karena efek pandemi yang juga belum reda.

Mengetahui teman atau saudara kita sedang sakit, sepantasnya kita (sebagaimana ajaran agama kita) menjenguknya (di rumah sakit/tempat tinggalnya) supaya ia lekas bangkit.

Menjenguk yang sakit, adalah bagian dari hak di antara kita sesama muslim.

قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ، قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، إِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ. رواه مسلم

Demikian sabda Rasulullah saw, bahwa di antara 6 hak sesama muslim adalah apabila seseorang di antara kita sakit, maka sepantasnya kita menjenguknya.

Menjenguk: Menghibur dan Menyampaikan Energi Positif

Syaikh Al-Mulla ‘Ali Al-Qari dalam kitabnya, Mirqat al-Mafatih menjelaskan, bahwa tujuan menjenguk orang yang sakit ialah supaya kita bisa menghiburnya, dan menemani kesendiriannya dengan didasari atas jiwa persahabatan dan kasih sayang.

وَيُمْكِنُ أَنْ يُوَجَّهَ بِأَنَّ الْمَقْصُوْدَ مِنَ الْعِيَادَةِ حُصُوْلُ التَّسَلِي وَالْاِشْتِغَالُ بِالْأَصْحَابِ وَالْأَحْبَابِ حَالَةَ التَخَلِّي

Sehingga dikatakan,

فَإِنَّ لِقَاءَ الْخَلِيْلِ شِفَاءُ الْعَلِيْلِ

Sesungguhnya, berjumpa dengan sang kekasih adalah obat penyembuh penyakit.

Bisa jadi, jiwa yang awalnya kering ketika sakit, kemudian terobati manakala disirami air perjumpaan yang dapat menjadikannya segar kembali.

Terlebih lagi, apabila di tengah-tengah perjumpaan itu terdapat semangat untuk mendekat ke sisi Yang Maha Kasih, dengan menundukkan diri untuk berdoa mengharap rida-Nya, baik saat di tengah keramaian maupun dalam keheningan malam.

مَعَ مَا فِيْهِ مِنَ التَّوَجُّهِ إِلَى الْجَنَابِ الْعُلَّى وَالتَّضَرُّعِ بِالدُّعَاءِ الْجَلِيِّ والْخَفِيِّ

*

Hemat penulis, dengan adanya kemudahan informasi dan komunikasi sekarang ini, kita akan sangat mudah menemukan kabar dari teman atau saudara kita, baik kabar suka maupun duka.

Harapannya, kita terdorong untuk menjenguk mereka. Namun jika tidak memungkinkan untuk menjenguk tatap muka, maka sepantasnya kita tidak menghiraukannya di dunia maya.

مَا لَا يُدْرَكُ كُلُّهُ لَا يُتْرَكُ كُلُّهُ

Suatu kebaikan apabila tidak bisa kita lakukan secara sempurna, maka jangan sampai kita tinggalkan seluruhnya.

Menjenguk mereka yang sakit dengan memanfaatkan teknologi yang semakin canggih.

Berlatih menjaga hak-hak adami, jika ada teman/sahabat/saudara kita yang sedang rapuh, semoga lekas dilimpahi sembuh oleh Allah Yang Maha Penyembuh.

Aamiiin.
Wa Allah a’lam.

Referensi:
Mirqat al-Mafatih Syarh Misykah al-Mashabih Juz IV
Oleh Syaikh Al-Mulla ‘Ali al-Qari
hlm. 4 via Google Books

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ، قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، إِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ. رواه مسلم
وَيُمْكِنُ أَنْ يُوَجَّهَ بِأَنَّ الْمَقْصُوْدَ مِنَ الْعِيَادَةِ حُصُوْلُ التَّسَلِي وَالْاِشْتِغَالُ بِالْأَصْحَابِ وَالْأَحْبَابِ حَالَةَ التَخَلِّي، فَإِنَّ لِقَاءَ الْخَلِيْلِ شِفَاءُ الْعَلِيْلِ، مَعَ مَا فِيْهِ مِنَ التَّوَجُّهِ إِلَى الْجَنَابِ الْعُلَّى وَالتَّضَرُّعِ بِالدُّعَاءِ الْجَلِيِّ والْخَفِيِّ

Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Saya seorang santri dan sarjana pertanian. Menulis adalah cara saya bercerita sekaligus berwisata

Post a Comment