Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Melandasi Niat dalam Membaca Surah Yasin di Malam Nisfu Syaban

 Amalan nisfu syaban

Banyak dari kita, kaum muslimin Indonesia, memperingati malam nisfu syaban (malam 15 Sya’ban) dengan amalan-amalan tertentu, salah satunya adalah membaca surah yasin sebanyak tiga kali.

Fadilah ini diterangkan oleh Syaikh Ahmad Ad-Dairobi dalam kitabnya, Mujarobat, bahwa menurut pendapat sebagian ulama, salah satu keistimewaan surah yasin adalah dibaca pada malam nisfu syaban sebanyak tiga kali.

 وَمِنْ خَوَاصِّهَا (سورة يس) كَمَا قَالَ بَعْضُهُمْ أَنْ تَقْرَأَهَا لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ 

Bacaan yang pertama diniatkan supaya diberikan umur yang panjang, yang kedua agar terhindar dari bala bencana, dan yang ketiga supaya tidak menggantungkan diri kepada orang lain.

 الأُوْلَى بِنِيَّةِ طُوْلِ الْعُمُرِ الثَّانِيَةُ بِنِيَّةِ رَفْعِ الْبَلَاءِ الثَّالِثَةُ بِنِيَّةِ الِْاسْتِغْنَاءِ عَنِ النَّاسِ

Niat 1: Mohon Panjang Umur

Memohon diberi panjang umur, berarti memohon agar diberikan umur yang panjang seraya digunakan bihusnil ‘amal (dengan amal-amal kebaikan).

Rasulullah saw pernah bersabda kepada para sahabat, "Maukah kalian aku beri tahu siapakah orang terbaik di antara kalian?"

Para sahabat pun menjawab, "Iya, (kami mau,) Nabi".

"Orang terbaik di antara kalian adalah yang panjang umurnya lagi bagus amalnya."

خِيَارُكُمْ أَطْوَلُكُمْ أَعْمَارًا وَأَحْسَنُكُمْ أَعْمَالًا - رواه أحمد عن أبي هريرة

Niat 2: Mohon Diangkatkan/Dihindarkan dari Musibah

Bala atau musibah bisa datang kepada kita kapan saja dan di mana saja. Meskipun demikian, kita bisa memohon kepada Allah supaya diangkat-Nya musibah yang ada dari kita, pun dihindarkan-Nya musibah yang belum ada pada kita.  

الدُّعَاءُ يَنْفَعُ مِمَّا نَزَلَ وَمِمَّا لَمْ يَنْزِلْ فَعَلَيْكُمْ عِبَادَ اللهِ بِالدُّعَاءِ - رواه الترمذي

Niat 3: Mohon Dicukupkan dari Mengharapkan Orang Lain

Istighna' atau mencukupkan diri, merupakan salah satu kebutuhan kita dalam rangka membersihkan hati dari tama' atau mengharapkan nikmat/pemberian orang lain.

Istighna' bisa kita raih manakala kita mampu bersikap qanaah (merasa cukup) atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita. Apabila kita sudah punya karakter istighna', maka hati kita tidak akan disibukkan oleh rasa berharap terhadap nikmat dan pemberian orang lain.

وَلَا يُقْطَعُ الطَّمَعُ عَنِ النَّاسِ إِلَّا بِالْقَنَاعَةِ فَمَنْ قَنَعَ اسْتَغْنَى عَنِ النَّاسِ وَإِذَا اسْتَغْنَى لَمْ يَشْتَغِلْ قَلْبُهُ بِالنَّاسِ

Demikian dikatakan Imam Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumiddin.

*

Pada akhirnya, kita perlu melandasi niat (dalam membaca surah yasin) dengan standar (praktis/laku) pada malam nisfu syaban. Memotivasi diri saat membaca sekaligus menyugesti diri untuk me-laku-kannya segera setelah selesai membaca.

Hal ini juga sebagai ikhtiyar batin dan lahir kita dalam menyiapkan hati dan diri menuju ramadhan, yakni dengan umur panjang (disertai amal kebaikan), terhindar/terangkat musibah dan rintangan (dalam beribadah), dan memiliki jiwa kecukupan (tidak mengharap nikmat dan pemberian orang lain).

Semoga menambah barokah dalam syaban, mempertemukan kita pada ramadan.

Wa Allah a'lam.

Referensi bacaan:
Kitab Mujarobat karangan Syaikh Ahmad Ad-Dairobi via archive.org
Hadits riwayat Ahmad dalam Fiqh Sunnah via Google books
Hadits riwayat Tirmidzi dalam Fathul Hamid fi Syarhit Tauhid via Google books
Kitab Ihya' Ulumiddin karangan Imam Ghazali via Google books 
Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

Post a Comment for "Melandasi Niat dalam Membaca Surah Yasin di Malam Nisfu Syaban"