Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tidak Memandang Materi Rizki, Tetapi Memandang Siapa Yang Memberi

Wahyu Allah pada Nabi Uzair

Sebuah kutipan nasihat bagi para hamba ('ibad), tentang bagaimana menjadi manusia terhormat, di hadapan Allah selaku Maha Pemilik Jagat.

Bahwa segala bentuk perolehan (rejeki) kita sebagai insan di dunia, tidaklah dipandang dari seberapa banyak/sedikitnya. Akan tetapi, yang selayaknya diperhatikan adalah siapa yang memberi kita.

Seperti halnya para penggemar yang mengantri berbaris sekedar ingin mendapat 'sapaan' dan 'tanda tangan' idolanya, atau seorang kekasih yang cenderung abai pada isi hadiahnya, asalkan yang memberi itu adalah orang yang dicintainya.

"Cinta tak pandang materi. Ia hanya butuh menemui," begitu kira-kira isi batin manusia yang telah menaruh hati pada yang dicintainya.

Mereka, termasuk kita yang kadung mencinta, memandang materi hanya sekedar alasan dan sarana saja. Asal yang utama, bertemu dengannya, sudah cukup untuk mengobati rindu yang sedemikian terpelihara.

*
وَإِذَا أَصَابَكَ خَيْرٌ يَسِيْرٌ فَلَا تَنْظُرْ إِلَى صِغَرِهِ وَانْظُرْ إِلَى مَنْ رَزَقَكَ

"Jika engkau mendapat sedikit kebaikan (rizki), maka janganlah engkau melihat pada sedikitnya, tetapi lihatlah Siapa Yang Memberimu rizki."

Sebuah nasihat yang apabila telah tumbuh rasa cinta kita kepada Dia Yang Maha Memberi kita rizki, maka kita menjadi tak peduli seberapa banyak/sedikit rizki yang Dia beri.

Karena cukup bagi kita untuk sekedar menemui, dan membersamai.

Wa Allah a'lam.

Referensi:
Nashaihul Ibad maqalah 22 hlm.12
Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

Post a Comment for "Tidak Memandang Materi Rizki, Tetapi Memandang Siapa Yang Memberi"

Berlangganan via Email