Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Memohon Kecukupan dengan Kehalalan, Ketaatan, dan Karunia Tuhan

اللّٰهُمَّ أَغْنِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Doa, bisa jadi merupakan suatu bentuk interaksi batin antara kita selaku hamba kepada Allah swt.

Dengan berdoa, kita tak hanya terhitung melakukan amal sholeh, tetapi juga menjadi sebuah bukti, bahwa hanya kepada-Nya lah kita berharap dan menggantungkan diri.

Memuji dan Memohon Kecukupan

Salah satu doa yang diriwayatkan dalam kitab Maraqi Al-‘Ubudiyyah, juga sebagaimana yang disebutkan dalam Ihya’ Ulumiddin, adalah doa yang disunnahkan kita baca empat kali setelah menunaikan shalat Jumat.

اَللَّهُمَّ يَا غَنِيُّ يَا حَمِيْدُ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ يَا رَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ أَغْنِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

“Ya Ghaniyyu (Yang sama sekali tidak membutuhkan sesuatu apapun),
Ya Hamid (Yang Berhak akan segala pujian),
Ya Mubdi` (Yang Mengadakan segalanya dari tiada menjadi ada),
Ya Mu’id (Yang Menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan),
Ya Rahim (Yang Menghendaki berbagai macam nikmat),
Ya Wadud (Yang Mencintai kebaikan terhadap seluruh makhluk),
Mohon cukupilah hamba dengan rejeki halal-Mu, bukan yang haram. Cukupi hamba dengan taat pada-Mu, bukan kedurhakaan. Dan cukupi hamba dengan karunia-Mu, bukan selain Engkau.”

Fadilah Melanggengkan Doa

Imam Nawawi Al-Bantani dalam syarahnya menyebutkan, apabila kita mampu mudawamah (melanggengkan) bacaan doa ini, maka Allah akan mencukupi kita, untuk tidak meminta-minta kepada selain-Nya.

Allah juga akan menganugerahi kita rizki dari arah yang tidak kita sangka-sangka.

يقال: من داوم على هذا الدعاء أغناه الله عن خلقه، ورزقه من حيث لا يحتسب

*

Mudah-mudahan, kita semua bisa membiasakan diri membaca doa ini dan mengistiqomahkannya.

Hemat penulis, meski dalam riwayat disebutkan bahwa doa ini sunnah dibaca setelah shalat Jumat saja, bukan berarti kita tidak boleh membacanya di waktu selainnya.

Semoga, di setiap waktu, minimal usai melaksanakan shalat, kita tidak lupa membaca doa ini, dengan niatan taqarrub pada Ilahi, mensugesti diri meraih rizki halal, ketaatan, dan syukur atas karunia Ilahi. Mudah-mudahan diijabahi.

Aamiiiin. Wa Allah a’lam.

Referensi:
Kitab Maraqi al-‘Ubudiyyah oleh Muhammad Nawawi Ibn Umar al-Bantani al-Jawi, syarh Bidayah al-Hidayah oleh Imam al-Ghazali hlm 133 versi pdf

وقل) أربع مرات كما نقل عن الدميري عن أبي طالب (بعد ذلك) أي بعد سلام الجمعة كما في الإحياء، وكما نقله عن أبي طالب المكي (اللهم) أي ياالله (يا غني) أي من لا يفتقر إلى شيء (ياحميد) أي مستحق الثناء (يا مبدىء) أي مظهر الشيء من العدم إلى الوجود (يامعيد) أي خالق الشيء بعد عدمه (يارحيم) أي مريد الأنعام (يا ودود) أي من يحب الخير لجميع الخلائق (أغنني بحلالك عن حرامك وبطاعتك عن معصيتك وبفضلك عمن سواك) يقال: من داوم على هذا الدعاء أغناه الله عن خلقه، ورزقه من حيث لا يحتسب

Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

Post a Comment for "Memohon Kecukupan dengan Kehalalan, Ketaatan, dan Karunia Tuhan"

Berlangganan via Email