Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menitikkan Kebaikan di Sepanjang Garis Kehidupan

Coretan garis kehidupan

Sebuah garis, dikatakan garis karena goresannya bersambung dari satu ujung ke ujung yang lain.

Jika ibarat hidup (di dunia) bagaikan sebuah garis, mungkin ia berawal dari kita lahir hingga kemudian kembali kepada-Nya Yang Kuasa.

Satu Titik Sangat Berpengaruh

Kita bisa melihat satu garis panjang, karena ia tergores dari sekian banyak titik yang terhubung saling menyambung.

Yang berarti, bagaimana pun juga, setiap titik di kehidupan kita adalah bagian dari perjalanan panjang hidup kita.

Titik-titik yang terkadang lancar dan nyaman, atau mungkin yang terlihat macet dan penuh permasalahan.

Semuanya tetap harus bersambung terus hingga saat "pena" diangkat oleh-Nya.

Kedua Ujungnya: Yang Paling Terlihat

Dalam tradisi keislaman, para orang alim dan sholeh akan sering diingat waktu meninggalnya. Begitu juga bagi sebagian banyak kita, sering mengingat hari lahir kita untuk sekedar bersyukur dan memohon panjang umur.

Dua ujung (awal dan akhir) inilah yang kiranya sering kita ingat.

Demikian seperti yang sering kita lihat dari satu garis lurus, yakni ujung dan ujungnya.

*

Maka di antara goresan garis panjang yang kita tempuh, semoga kita bisa melakukan yang baik, bahkan yang terbaik di setiap titiknya.

Sebab kita tak pernah tau di titik mana pena kita diangkat oleh Sang Pemiliknya.

Tabik,

Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

Post a Comment for "Menitikkan Kebaikan di Sepanjang Garis Kehidupan"

Berlangganan via Email