Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Asmaul Husna, Sarana Doa Dan Berakhlak Mulia

Makna asmaul husna

Di antara sarana mengenal Allah swt bagi kita, para hamba-Nya, adalah mempelajari dan memahami Asmaul Husna, yakni nama-nama Allah yang baik nan indah, dari segi makna maupun pemaknaannya, sehingga bisa kita teladani dan kita praktikkan dalam akhlak sehari-hari.

Label atau kategori Asmaul Husna ini bukan murni buah pemikiran penulis. Hanya sebuah ringkasan dan kutipan dari karya besar Prof. Dr. M. Quraish Shihab dalam bukunya, Menyingkap Tabir Ilahi; Asma' Al-Husna dalam Perspektif Islam.

Berikut pengantar Asmaul Husna, sebagai perantara doa dan berakhlak mulia.

***

Asmaul Husna Sebagai Perantara Berdoa

“Maka Bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu” (QS. Al-A’raf: 180)

Demikian Allah berfirman supaya kita dalam berdoa, seyogyanya menyertakan asmaul husna.

“Dengan menyebut sifat-sifat yang sesuai, bukan saja dapat menjadi penyebab dikabulkannya doa, tetapi juga akan memberi ketenangan dan optimisme dalam jiwa si pemohon, karena permohonan itu lahir dari keyakinan bahwa ia bermohon kepada Tuhan yang memiliki apa yang dimohonkannya,” terang Prof. Dr. M. Quraish Shihab.

Oleh penulis buku “Menyingkap Tabir Ilahi” ini, bagi kita yang berdoa dengan asmaul husna hendaknya menyadari dua hal pokok, yaitu kebesaran serta keagungan-Nya, dan kelemahan serta kebutuhan diri pada-Nya. Di sinilah letak keberhasilan doa.

Selain berlandaskan firman Allah swt, pengamalan asmaul husna juga didasari atas sabda Rasullah saw.

Asmaul Husna Sebagai Landasan Berakhlak

“Berakhlaklah dengan akhlak Allah”

Adalah satu nasihat yang oleh sebagian ulama, ia berasal dari sabda Nabi Muhammad saw. Bahwa salah satu keberhasilan dalam bergama dapat tercermin dari keberhasilan kita meneladani sifat-sifat-Nya.

Meneladani sifat-sifat tersebut setidaknya dapat kita raih dengan 3 tahapan, yakni meningkatkan ma’rifat (mengenal-Nya) melalui ilmu dan takwa, membebaskan diri dari perbudakan syahwat dan hawa nafsu, dan menyucikan jiwa dengan jalan berakhlak melalui akhlak-Nya.

***

Asmaul Husna Kufi

Penjelasan singkat terkait makna dan cara meneladaninya, yakni 99 nama-Nya, semoga dapat kita pelajari di kesempatan-kesempatan selanjutnya.

Wa Allah a’lam.

Dikutip dan diringkas dari referensi:
Menyingkap Tabir Ilahi; Asma al-Husna dalam Perspektif Al-Qur’an, karya Prof. Dr. M. Quraish Shihab, diterbitkan oleh Penerbit Lentera Hati, Cetakan VI Oktober 2004.

Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

Post a Comment for "Asmaul Husna, Sarana Doa Dan Berakhlak Mulia"

Berlangganan via Email