Hidupnya Bumi, Jiwa, dan Hati

Table of Contents
Quote Imam Syafii Hidupnya bumi dengan air, hidupnya jiwa dengan tekad, hidupnya hati dengan hikmah

Air dan Bumi

Adanya kehidupan di bumi adalah barokah diturunkannya hujan oleh-Nya. Tanpa air, ia mungkin hanya tanah kering yang tak dapat dimanfaatkan penghuninya.

Tekad dan Jiwa

Begitu pula jiwa. Keberadaannya sebagai kendaraan kita dapat berguna manakala sebuah tekad terbulatkan, niat tertanamkan, maksud dan tujuan tersematkan.

Al-Umūru bimaqāshidiha, bisa menjadi pijakan kita dalam berkendara (bersama jiwa). Bahwa nilai suatu perkara tergantung pada maksud/niat pelakunya.

Maka sepantasnya kita memasang niat, tujuan, dan tekad yang baik di segala tindak-tanduk kebiasaan kita, sehingga akan tetap terpelihara sebuah kehidupan di dalam jiwa.

Hikmah dan Hati

Tatkala hikmah, pembelajaran, serta kebijaksanaan tiada bisa kita pahami, barangkali yang ada hanya keadaan gersang di dalam hati.

Ketika hati menuntut kesempurnaan, maka tak akan dapat ia temukan, kecuali melalui kesadaran akan hikmah pemberian Tuhan.

Karena hati tercipta tak sempurna, maka sepantasnya ia harus mendekati pada Sang Pencipta Yang Sempurna lagi Paripurna.

Setiap kebaikan yang diterima hati, serta ketidakbaikan yang menimpanya sekali-kali, pada hakikatnya dalah kehendak dan kuasa Ilahi.

Pastilah hikmah selalu hadir mengiringi, yang semoga hati juga mudah terbuka untuk bisa menerima dan memahami.

Bahwa semua yang datang dari-Nya adalah yang terbaik bagi jiwa, bagi hati, bagi kita hamba-hamba Ilahi.

***

حَيَاةُ الأَرْضِ بِالدِّيَمِ
وَحَيَاةُ النُّفُوْسِ بِالْهِمَمِ
وَحَيَاةُ الْقُلُوْبِ بِالْحِكَمِ

Bumi menjadi hidup oleh hujan.
Jiwa menjadi hidup oleh tekad.
Hati menjadi hidup oleh hikmah.
(Imam Syafi'i)

***

Wa Allah a'lam

Referensi:
Buku Al-Hikam Imam Syafi'i
Kitab Tarikh Madinat Dimashq via google books

Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Saya seorang santri dan sarjana pertanian. Menulis adalah cara saya bercerita sekaligus berwisata

Post a Comment