Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Berharap Menjadi Bagian dari Golongan Yang Sedikit (Yang Banyak Bersyukur)


Banyak sekali kisah yang diceritakan dalam firman-Nya, bahwa bersyukur merupakan salah satu perintah-Nya yang ditujukan kepada kita, para hamba-Nya.

Ungkapan syukur telah sedemikian masyhur, sehingga terkadang menjadi hal biasa, yang saking biasanya, menjadi sering kita abaikan.

"Bekerjalah, hai keluarga Daud, untuk bersyukur (kepada Allah)"

Merupakan satu perintah Allah kepada keluarga Nabi Daud agar mereka bekerja, sebagai ungkapan syukur atas segala nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka, baik untuk kepentingan dunia maupun kepentingan agama.

وَقَوْلُهُ: ﴿اعْمَلُوا آلَ دَاوُدَ شُكْرًا﴾ أَيْ: وَقُلْنَا لَهُمُ اعْمَلُوا شُكْرًا عَلَى مَا أَنْعَمَ بِهِ عَلَيْكُمْ فِي الدُّنْيَا وَالدِّينِ

Beramal (Kebaikan) Sebagai Wujud Rasa Syukur

Beraktivitas positif, yang bernilai kebaikan, sejatinya merupakan bentuk syukur kita kepada Tuhan.

Bahwa shalat adalah syukur, puasa pun syukur, termasuk setiap kebaikan yang kita lakukan karena Allah adalah syukur.

Hingga (sekedar) mengucap alhamdulillah juga merupakan syukur. Bahkan inilah syukur yang paling utama. Demikian ungkap Abu Abdurrahman As-Sulami

قَالَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ السلمي : الصَّلَاةُ شُكْرٌ، وَالصِّيَامُ شُكْرٌ، وَكُلُّ خَيْرٍ تَعْمَلُهُ لِلَّهِ شُكْرٌ. وَأَفْضَلُ الشُّكْرِ الْحَمْدُ. رَوَاهُ ابْنُ جَرِيرٍ.

Ketika Nabi Daud Bertanya Pada Allah

Dalam satu riwayat diceritakan, tatkala Nabi Daud dan keluarganya menerima perintah Allah swt agar bekerja untuk bersyukur kepada-Nya, Nabi Daud pun menanggapi.

يَا رَبِّ، كَيْفَ أَشْكُرُكَ، وَالشُّكْرُ نِعْمَةٌ مِنْكَ؟

"Wahai Tuhanku, bagaimana aku harus bersyukur pada-Mu, sedangkan bersyukur itu sendiri juga termasuk nikmat dari-Mu?"

الْآنَ شَكَرْتَنِي حِينَ عَلِمْتَ أَنَّ النِّعْمَةَ مِنِّي

"Sekarang kau telah bersyukur kepada-Ku, karena kau telah mengetahui bahwa sesungguhnya nikmat itu berasal dari-Ku."

Tafsir Saba' ayat 13

***

Maka benar firman Allah "Hanya sedikit dari hamba-hamba-Ku yang banyak bersyukur," adalah kabar sebenarnya tentang kenyataan yang ada (di dunia).

وَقَوْلُهُ: ﴿وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ﴾ إِخْبَارٌ عَنِ الْوَاقِعِ.

***

Semoga kita dijadikan-Nya termasuk golongan yang sedikit itu, bermula dari menyadari, bahwa sesungguhnya segala nikmat yang ada, adalah berasal dari Allah swt.

Wa Allah a'lam.

وَرَوَى ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ عَنْ دَاوُدَ، عَلَيْهِ السَّلَامُ، هَاهُنَا أَثَرًا غَرِيبًا مُطَوَّلًا جِدًّا، وَقَالَ أَيْضًا:
حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا عِمْرَانُ بْنُ مُوسَى، حَدَّثَنَا أَبُو يَزِيدَ فَيْضُ بْنُ إِسْحَاقَ الرَّقِّيُّ قَالَ: قَالَ فَضِيلٌ فِي قَوْلِهِ تَعَالَى: ﴿اعْمَلُوا آلَ دَاوُدَ شُكْرًا﴾ . فَقَالَ دَاوُدُ: يَا رَبِّ، كَيْفَ أَشْكُرُكَ، وَالشُّكْرُ نِعْمَةٌ مِنْكَ؟ قَالَ: "الْآنَ شَكَرْتَنِي حِينَ عَلِمْتَ أَنَّ النِّعْمَةَ مِنِّي"

Referensi:
Tafsir Ibnu Katsir surah Saba' ayat 13, via web furqan.co dan Tafsir Ibnu Katsir Bahasa Indonesia online

Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

Post a Comment for "Berharap Menjadi Bagian dari Golongan Yang Sedikit (Yang Banyak Bersyukur)"

Berlangganan via Email