Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Yang Dirindukan Dari Ramadhan: Tarbiyah Al-Iradah ala Tha'atillah

Yang dirindukan dari bulan Ramadhan

Sebenarnya banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dari bulan Ramadan. Yakni pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya untuk senantiasa kita latih di bulan-bulan selain Ramadan.

Berikut ini satu pelajaran penting yang diterangkan oleh Syaikh Abdurrahman Hasan Al-Maidani dalam kitabnya, Ash-Shiyam wa Ramadhan fi as-Sunnah wa al-Qur’an.

Ramadan, Bulan Khusus untuk Mendidik Karsa (Kemauan)

إن من خصائص رمضان والصيام فيه نوعا من تربية الإرادة، وهذا النوع لا يوجد في غير مدرسة رمضان

Bahwa salah satu kekhususan bulan Ramadan dan ibadah puasa adalah pendidikan iradah (karsa, kehendak). Kalau dalam bahasa Jawa, para guru memaknainya karep atau kersa.

Namun dalam KBBI terdapat satu kata serapan yang memiliki makna sepadan, yaitu karsa, yang berarti kehendak, niat, atau daya (kekuatan) jiwa yang mendorong makhluk hidup untuk berkehendak.

Pendidikan karsa semacam ini hanya dapat kita temukan di bulan Ramadan, tidak di bulan-bulan selainnya.

Mengawal Nafsu Sendiri Secara Mandiri

والسبب في ذلك أنه يربي في المؤمن الصائم خُلُقَ مراقبة نفسه بنفسه، وصدق تعامله مع ربه ولو خلا لنفسه، ولو لم يشاهده أحد من الناس

Faktor utama (atau jika boleh disebut bab/materi) pembelajarannya adalah, bahwa Allah membimbing kita yang berpuasa untuk memiliki akhlak muraqabah, yakni akhlak mengawal nafsu sendiri secara mandiri.

Seperti yang kita ketahui, bahwa puasa adalah amal ibadah yang hanya kita sendiri (yang berpuasa) dan Allah swt yang mengetahui. Tidak seperti ibadah lain seperti shalat, zakat, bahkan haji yang secara terang-terangan dapat diketahui orang lain.

Namun dalam berpuasa di bulan Ramadan, kita bisa jujur dalam menjalankannya di hadapan-Nya, meskipun sering kita tidak merasakan kehadiran-Nya.

Kita pun tetap berpuasa, walaupun tidak ada seorang pun yang mengetahuinya.

Ahli Puasa Ramadan, Meninggalkan Nafsu Karena Menaati Tuhan

فالصائم في رمضان يترك فيه طعامه وشرابه وشهوته طاعة للأمر الرباني

Dan inilah inti pembelajarannya, bahwa meskipun secara fisik lemah, kita tetap bekerja dan beribadah untuk-Nya. Bahkan kita rela meninggalkan makan, minum, dan nafsu kita.

Tak lain itu semua dilakukan karena taat pada perintah Allah swt.

Pelajaran bulan ramadhan

Pada akhirnya, selama satu bulan kita menempuh pembelajaran, bahwa niat dan iman kita-lah yang menjadi landasan kita dalam berpuasa dan beribadah kepada-Nya.

Tarbiyah al-iradah, adalah pelajaran yang patut kita rindukan.

Mendidik karsa kita, bahwa apapun yang kita lakukan sepantasnya kita landasi dengan ketaatan.

Sebuah akhlak yang butuh pembiasaan, mengharuskan keistiqomahan, dalam menempuh jalan kebenaran, kebaikan, dan keutamaan. Serta sebisa mungkin menjauhkan diri dari kesalahan, keburukan, dan kehinaan.

Wa Allah a’lam.

Referensi:
Ash-Shiyam wa Ramadhan fi as-Sunnah wa al-Qur’an karya Abdurrahman Hasan Habanakah Al-Maidani hlm. 164, 165, 166 via Google Books

شهر تربية الإرادة والإخلاص لله في العمل
باستطاعتنا أن نقول: إن من خصائص رمضان والصيام فيه نوعا من تربية الإرادة، وهذا النوع لا يوجد في غير مدرسة رمضان
والسبب في ذلك أنه يربي في المؤمن الصائم خُلُقَ مراقبة نفسه بنفسه، وصدق تعامله مع ربه ولو خلا لنفسه، ولو لم يشاهده أحد من الناس
إنه مدرسة لتربية الإرادة على الطاعة ضد أقوى دوافع الإنسان وغرائزه، فالصائم في رمضان يترك فيه طعامه وشرابه وشهوته طاعة للأمر الرباني
إن تربية الإرادة على الطاعة الواجبة يمنحها خلقا مكتسبا هو من أرقى أخلاق النفس الإنسانية، وعلى هذا الخلق يعتمد الإنسان في التزامه الاستقامة على منهج الحق والخير والفضيلة، واجتنابه الباطل والشر والرذيلية

Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

Post a Comment for "Yang Dirindukan Dari Ramadhan: Tarbiyah Al-Iradah ala Tha'atillah"

Berlangganan via Email