Pahala Yang Besar, Memuji Allah Ketika Syukur dan Sabar

Table of Contents
Adalah mengagumkan, bagi seseorang yang beriman, apabila ia dilimpahi kebaikan maka ia memuji Allah dan bersyukur, serta apabila ia ditimpa musibah maka ia memuji Allah dan bersabar.

sabar dan syukur quotes

Syaikh Al-Mulla ‘Ali al-Qari dalam kitab Mirqat al-Mafatih juz 4 mensyarahi kutipan sabda Nabi di atas sebagai berikut.

Memuji Allah di Setiap Keadaan

Bagi seorang mukmin (memiliki iman) kamil (yangs sempurna), ia akan dapat memuji Allah di setiap keadaan.

Saat dilimpahi kebaikan, ia memuji Allah melalui sifat-sifat-Nya yang mulia. Begitu pun ketika ditimpa musibah (cobaan dan ujian), ia juga memuji Allah melalui sifat-sifat-Nya yang agung.

Hal ini menjadi isyarat bahwa setengah dari iman adalah sabar, dan setengahnya lagi syukur. Demikian terang Al-Malla ‘Ali al-Qari.

Mengagumkan, Ketika Mampu Bersyukur dan Bersabar

Dikatakan mengagumkan, sebab tak banyak dari kita yang bisa memadukan keduanya.

Meski demikian, sabar dan syukur pada hakikatnya bisa dilatih dan dibiasakan.

Memuji Allah Ketika Ditimpa Musibah?

Pada umumnya, kita memuji seseorang karena sebelumnya merasa mendapatkan kebaikan darinya, atau memperoleh sesuatu yang kita senangi. Akan tetapi, apakah kita juga sepantasnya memuji seseorang apabila kita diberi kesusahan atau sesuatu yang tidak kita sukai?

وقال ابن الملك: قوله إن أصابته مصيبة حمد الله أي حمده عندها لعلمه بما يثاب عليه من الثواب العظيم

Ibnu al-Malak menjelaskan, pada sabda Rasulullah “In ashabathu mushibah hamida Allah” (Apabila seseorang ditimpa musibah maka ia memuji Allah), bahwa yang dimaksud dengan memuji Allah adalah memuji-Nya sebab Dia Maha Mengetahui, bahwa lantaran musibah itu, orang yang memuji itu akan diberi pahala oleh-Nya.

والثواب نعمة فحمد الله لذلك يدل على أن الحمد محمود عند النعمة وعند المصيبة

Anugerah pahala yang besar dari Allah merupakan nikmat tersendiri. Oleh karena itu, sepantasnya kita saat ditimpa musibah, mampu memuji Allah atas anugerah nikmat pahala tersebut.

Bahwa memuji-Nya adalah termasuk perbuatan mahmudah (yang terpuji), baik memuji ketika dilimpahi nikmat, maupun memuji ketika ditimpa musibah.

***

Alhasil, bagi penulis, kita diajarkan untuk dapat memuji Allah di setiap keadaan.

Memuji dan bersyukur saat diberi nikmat seraya ingat alhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Memuji dan bersabar ketika ditimpa musibah seraya ingat innaa lillahi wa innaa ilaihi rajiun.

Memuji Allah di kala sabar dan syukur, adalah lantaran kita memperoleh pahala yang besar dari Allah swt.

Wa Allah a’lam.

Referensi:
Mirqat al-Mafatih Syarh Misykah al-Mashabih Juz IV
Oleh Syaikh Al-Mulla ‘Ali al-Qari
hlm. 189

(وعن سعد بن أبي وقاص رضي الله عنه قال: قال رسول الله ص.م.: عجب)
أي أمر غريب وشان عجيب (للمؤمن) الكامل (إن أصابه خير حمد الله) أي أثنى عليه بأوصاف الجمال على وجه الكمال (وشكر) على نعمة الخير ودفع الشر (وإن أصابته مصيبة) أي بلية ومحنة (حمد الله) بأوصاف الكبرياء والجلال (وصبر) على حكم ربه المتعال، وفيه إشارة إلى أن الإيمان نصفه صبر ونصفه شكر. وقال ابن الملك: قوله إن أصابته مصيبة حمد الله أي حمده عندها لعلمه بما يثاب عليه من الثواب العظيم, والثواب نعمة فحمد الله لذلك يدل على أن الحمد محمود عند النعمة وعند المصيبة

Unduh versi pdf di sini
Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Saya seorang santri dan sarjana pertanian. Menulis adalah cara saya bercerita sekaligus berwisata

Post a Comment