Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Melatih Diri dengan: Sedikit Makan, Tidur, Bicara, dan Tidak Menyakiti Sesama

Sedikit makan, tidur, bicara, menyakiti sesama

Ramadhan: Bulan Pelatihan

Ramadhan bisa dikatakan sebagai bulan pelatihan. Ibarat nafsu bagai seorang musuh, dan kita sebagai prajurit yang diwajibkan berjuang mengekangnya lewat jalan riyadhah (pelatihan).

Mujahadah Nafs (Melatih Diri)

Berikut pesan Yahya Mua’dz ar-Razi dalam Kitab Syarah Ihya’ Ulumiddin tentan mujahadah (berjuang) mengekang hawa nafsu:

Kita hendaknya bisa memerangi (baca: mengekang) nafsu syahwat kita dengan asyaf ar-riyadhah (pedang-pedang sebagai sarana berlatih). Riyadhah atau pelatihan tersebut ada 4 macam.
  • Sedikit Makan (Qillatu ath-Tha’am)
  • Sedikit Tidur (Qillatu al-Manam)
  • Sedikit Bicara (Qillatu al-Kalam)
  • Tidak Menyakiti Orang Lain (Ihtimalil Adza min al-Anam)

Empat Senjata untuk Melatih Diri

Keempat bentuk riyadhah di atas memiliki dampak positif apabila kita mampu melatih dan membiasakannya dengan baik.

Sedikit makan dapat melemahkan nafsu syahwat, sedikit tidur dapat menjernihkan harapan (keinginan), sedikit bicara dapat menyelamatkan diri dari bahaya, dan menahan diri tidak menyakiti orang lain dapat mengantarkan kita pada tujuan.

Sebab pada dasarnya, adalah hal yang berat bagi seorang hamba untuk senantiasa menahan diri dari berbuat kasar dan bersabar untuk tidak menyakiti orang lain.

Maka melalui bulan pelatihan (riyadhah) ini, keempat-empatnya bisa kita latih dan kita biasakan untuk meraih tujuan penghambaan.

Melatih Diri, Membiasakan Diri

Menjaga diri untuk tidak merasa kenyang adalah jalan perjuangan pertama dalam memerangi nafsu syahwat. Sebab jika ia tak dapat dijinakkan, kita akan mudah kehilangan kesempatan untuk mendirikan shalat malam (qiyamul lail) dan giat beramal, cenderung menjadi suka banyak bicara, sehingga dengan mudahnya tergelincir dalam perbuatan yang menyakitkan dan merugikan orang.

Yahya Mu’adz ar-Raji pun berpesan, supaya kita mampu mengendalikan nafsu syahwat kita untuk tidak membahayakan orang lain, yakni dengan jalan menjernihkan diri dari kegelapan syahwat yang menyelimuti; sedikit makan, sehingga menjadikan sedikit tidur, melaksanakan kehendak taat dengan tetap menjaga sedikit bicara, alhasil mampu mencegah diri untuk tidak merugikan orang lain.

Membersihkan jiwa semacam ini, seperti halnya seekor kuda betina yang elok bebas berlarian di tengah padang rumput, atau semisal seorang raja yang mandi dalam kesegaran telaga di antara keindahan taman yang rindang.

Wa Allah a’lam.

Referensi:
Ittihaf as-Sadat al-Muttaqin bisyarhi Ihya’ Ulum ad-Din juz VIII hlm 685
Via google books

وقال يحيى معاذ الرازي: جاهد نفسك بأسياف الرياضة. والرياضة على أربعة أوجه: القوت من الطعام، والغمض من المنام، والحاجة من الكلام، وحمل الأذى من جميع الأنام. فيتولد من قلة الطعام موت الشهوة، ومن قلة المنام صفوة الإرادة، ومن قلة الكلام السلامة من الآفات، ومن احتمال الأذى البلوغ إلى الغايات.
وليس على العبد شيئ أشد من الحلم عند الجفاء والصبر على الأذى، وإذا تحركت من النفس إرادة الشهوات والآثام وهاجت منها حلاوة فضول الكلام جردت عليها سيوف قلة الطعام من غمد التهجد وقلة المنام، وضربتها بأيدي الخمول وقلة الكلام حتى تنقطع عن الظلم والانتقام.
فتأمن من بوائقها من بين سائر الأنام وتصفيها من ظلمة شهواتها فتنجو من غوائل آفاتها، فتصير عند ذلك نظيفة ونورية خفيفة روحانية فتجول في ميدان الخيرات وتسير في مسالك الطاعات كالفرس الفاره في الميدان وكالملك المتنزه في البستان

Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

Post a Comment for "Melatih Diri dengan: Sedikit Makan, Tidur, Bicara, dan Tidak Menyakiti Sesama"

Berlangganan via Email