Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Yang Disedekahkan, Yang Sejatinya Kekal Tertinggal Di Sisi Tuhan

Aisyah dan kambing sedekah



Apa Yang Tertinggal?


Satu waktu para sahabat Nabi saw menyembelih kambing, untuk kemudian hasil sembelihannya disedekahkan.

Selesai dibagikan, Nabi saw bertanya kepada Aisyah ra., “Adakah bagian yang tertinggal?”

“Tidak ada yang tertinggal wahai Nabi, kecuali tulang bahunya,” jawab Aisyah ra.

“Berarti seluruhnya tertinggal, wahai Aisyah, kecuali tulang bahunya,” terang Nabi saw.

Yang Tertinggal: Tulang Bahunya


Dalam Mirqat al-Mafatih dijelaskan, bahwa pemahaman sayyidatina Aisyah ra. tentang yang tertinggal adalah bagian dari kambing yang tidak ikut disedekahkan.

Yang Tertinggal: Semuanya, Kecuali Tulang Bahunya


Namun penjelasan yang disampaikan Nabi saw lebih lanjut menegaskan, bahwa yang tertinggal sejatinya ialah yang telah disedekahkan.

Syaikh Al-Mulla ‘Ali al-Qari juga mengutip satu dawuh Allah swt pada surah an-Nahl ayat 96:

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللهِ بَاقٍ

“Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.”

Mengajarkan pada kita, bahwa apa yang kita sedekahkan pada hakikatnya akan tertinggal (kekal) sehingga bisa kita jadikan bekal, sedangkan yang kelihatannya tertinggal (tidak disedekahkan) di sisi kita, pada hakikatnya ia yang akan lenyap.

Sedekah, Yang Dikeluarkan Di Jalan Allah


Mushonnef kitab turut memberikan definisi sedekah, yaitu:

هي ما يخرجه الإنسان من ماله، على وجه القربة واجبا كان أو تطوعا

“Sesuatu yang dikeluarkan manusia, yakni berupa hartanya, dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah swt, baik yang berupa ibadah wajib maupun sunnah”

 سميت بذلك لأنها تنبئ عن صدق رغبة [صاحبها] في مراتب الجنات، أو تدل على تحقيق تصديق صاحبها في إظهار الإيمان

“Dinamakan demikian (sedekah), karena ia memberitahukan akan kebenaran rasa senang pelakunya terhadap maratib al-jannat (kedudukan surga), atau karena sedekah itu menunjukkan akan betapa kepercayaan pelakunya terhadap pernyataan iman.”

Wa Allah a’lam.

Referensi:
Mirqat al-Mafatih Syarh Misykah al-Mashabih Juz IV
Oleh Syaikh Al-Mulla ‘Ali al-Qari
hlm. 359

(وعن عائشة رضي الله عنه قالت: إنهم ذبحوا شاة)
أي أصحاب النبي (فقال النبي: ما بقي منها؟) على الاستفهام أي أي شيء بقي من الشاة (قالت: ما بقي) أي منها كما في نسخة صحيحة (إلا كتفها) أي التي لم يتصدق بها (قال بقي كلها غير كتفها) بالنصب والرفع أي ما تصدقت به فهو باق، وما بقي عندك فهو غير باق إشارة إلى قوله تعالى: (ما عندكم ينفد وما عند الله باق) [النحل:96] (رواه الترمذي وصححه).

hlm. 338

الصدقة هي ما يخرجه الإنسان من ماله، على وجه القربة واجبا كان أو تطوعا سميت بذلك لأنها تنبئ عن صدق رغبة [صاحبها] في مراتب الجنات، أو تدل على تحقيق تصديق صاحبها في إظهار الإيمان.

Bisa diunduh versi pdf di sini
Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

Post a Comment for "Yang Disedekahkan, Yang Sejatinya Kekal Tertinggal Di Sisi Tuhan"

Berlangganan via Email