Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Meneladani Sahabat Jarir bin Abdullah: Bagaimana Jika Semua Hadirin Berwudlu?


Kitab Akhbar al-Adzkiya

“Salah satu pemberian paling mulia dari Tuhan adalah akal. Dengannya, kita bisa menjaga berlanjutnya kemaslahatan dan berhati-hati terhadap segala bentuk rintangan.” (Ibnu Jauzi)



Sahabat Jarir bin Abdullah: Bagaimana Jika Semua Hadirin Berwudlu?

Satu waktu sayyidinia Umar ra. berkumpul di rumah bersama para sahabat. Termasuk di antaranya terdapat sahabat Jarir bin Abdullah.
Tiba-tiba terciumlah bau tidak sedap, yakni ada salah satu sahabat yang buang angin tanpa diketahui siapa yang melakukannya.

Sayyidinia Umar pun berkata, “Saya harap, siapapun yang telah membuang angin untuk berdiri lalu mengambil air wudlu!”

Mendengar ucapan sayyidina Umar, sahabat Jarir mengusulkan, “Wahai Amirul Mu’minin, bagaimana jika hadirin yang berada di sini semuanya berdiri lalu berwudlu?”

Mengetahui usulan sahabat Jarir yang bijaksana itu, sayyidina Ali pun berujar, “Semoga Allah merahmatimu. Engkaulah sebaik-baiknya pemimpin di zaman Jahiliyyah ini, juga sebaik-baiknya pemimpin di dalam Islam.”

Wa Allah a’lam.

***

Referensi:
Akhbar al-Adzkiya’ (hlm 56), kitab karangan Ibnul Jauzi yang berisikan kisah-kisah yang mencerahkan, tentang betapa besarnya keutamaan akal, sebagai anugerah terbesar dari Tuhan.

Unduh via google drive di sini

Teks asli:
خبرنا أبو بكر بن أبي طاهر ... عن الشعبي: أن عمر كان في بيت ومعه جرير ابن عبد الله، فوجد عمر ريحا، فقال: عزمت على صاحب هذه الريح لما قام فتوضأ، فقال جرير: يا أمير المؤمنين، أو يتوضأ القوم جميعا؟ فقال عمر رضي الله عنه: رحمك الله، نعم السيد كنت في الجاهلية ونعم السيد أنت في الإسلام.

Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

Post a Comment for "Meneladani Sahabat Jarir bin Abdullah: Bagaimana Jika Semua Hadirin Berwudlu?"

Berlangganan via Email