Santai Menghadapi Sikap Makhluk, Mana Kala Orientasinya Adalah Sang Khaliq

Table of Contents
Yang baik akan mengikat, yang keras akan membebaskan

Adalah sebuah malam hikmah dari Imam Syafi'i yang menjadi landasan supaya kita relax dan tidak perlu kawatir terhadap sikap orang lain kepada kita.

Dawuh di atas kurang lebih pernah dikutip oleh KH. Baha'uddin Nursalim pada sebuah kesempatan, tentang filosofi hidup bahagia, yakni pentingnya punya orientasi hidup hanya kepada Allah, sehingga tidak mudah terdikte oleh sikap makhluk (orang lain) yang dilakukan kepada kita. 

Orang Berbuat Baik dan Buruk Kepada Kita, Masing-Masing Punya Barokahnya Sendiri 

Sudah sepantasnya bahwa yang kita inginkan dari orang lain adalah kebaikan yang dilakukannya kepada kita. Barokahnya adalah, hidup kita terasa mudah dan tentunya menyenangkan.

Sebaliknya, sikap buruk (keras) yang dilakukan orang lain kepada kita, sesungguhnya juga punya sisi positif. Yakni, kita menjadi bebas dari tanggungan yang disebabkan olehnya.

Contoh sederhananya, ketika orang keras kepada kita, maka kita akan menjadi jauh darinya. Sehingga dampak positifnya adalah kita menjadi jarang direpotkan olehnya, seperti jarang dimintai tolong, jarang dipinjami hutang, jarang terbebani olehnya.

Kerepotan-kerepotan seperti itu akan muncul mana kala orang berbuat baik kepada kita, sehingga dia menjadi menyukai kita, menjadi dekat, lalu mudah menjadi sumber kerepotan dan beban tanggungan kita.

Oleh Gus Baha', dawuh Imam Syafi' ini menjadi landasan filosofis, bahwa setiap orang yang berinteraksi dengan kita, entah baik maupun buruk, lemah-lembut ataupun keras-kasar, semuanya punya dampak positif dan negatifnya masing-masing.

Maka dari itu, selayaknya kita selalu bersikap tenang dan santai. Yang baik kita terima dengan syukur dan bahagia, yang kurang baik juga kita hadapi dengan sabar dan lapang dada.

Dua jalur ibadah, syukur dan sabar, terhadap segala keadaan.

Wa Allah a'lam.

***

مَنْ بَرَّكَ فَقَدْ أَوْثَقَكَ وَمَنْ جَفَاكَ فَقَدْ أَطْلَقَكَ

"Yang baik padaku akan mengikatmu. Yang keras padamu akan membebaskanmu."
(Imam Syafi'i)
Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Saya seorang santri dan sarjana pertanian. Menulis adalah cara saya bercerita sekaligus berwisata

Post a Comment