Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sebuah Dawuh tentang 'Al-Mujahadah Miftahul Hidayah' (Bapak Jalal Suyuthi)

Mujahadah kunci mendapatkan hidayah


Ibadah itu interaksi batin antara hamba dengan Tuhannya.

Puncaknya adalah ketika dia merasa dirinya hanyalah hamba yang pada hakikatnya tidak memiliki apa-apa, tidak bisa apa-apa.

Inilah yang disebut wushul.

Perasaan seperti itu butuh riyadhah, butuh mudawamah, tidak bisa dilihat dari tata lahire, tapi lebih pada sumeleh batine.

Ada yang mengatakan, untuk dibukakan seperti itu adalah hak prerogatifnya Allah, yang namanya hidayah.

Makanya, ilmu yang paling tinggi adalah perasaan menghamba yang tidak ada gunanya, yaitu wushul kepada Allah.

Untuk wushul dan dibukanya hidayah itu, saya yakin, mujahadah adalah jalan menuju ke sana.

***

*Catatan Dawuh Bapak KH. Jalal Suyuthi,
Pengasuh Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta
Kamis, 21 September 2017

'Mujahadah' sepengetahuan penulis, merupakan rangkaian amaliyah yang berupa bacaan, baik al-Qur'an, dzikir, atau perbuatan yang menjadi wirid, seperti shalat hajat, sedekah, puasa, belajar, mengajar, atau amaliyah lain yang diniatkan untuk beribadah.

Ada pula yang menyamakan 'mujahadah' dengan 'istighosah', yakni rangkaian bacaan dzikir untuk mengingat, memohon, dan mendekatkan diri kepada Allah swt.

Jika dilihat dari akar katanya جَاهَدَ - يُجَاهِدُ - مُجَاهَدَةً ia bermakna bersungguh-sungguh atau memerangi. Dengan kata lain, bersungguh-sungguh dalam mendekatkan diri kepada Allah, atau memerangi hawa nafsu yang menjauhkan diri dari Allah swt.

الْمُجَاهَدَةُ مِفْتَاحُ الْهِدَايَةِ

"Mujahadah adalah kunci memperoleh hidayah (petunjuk)"

Wa Allah a'lam.

Al khidmatu miftahul karomah


Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

Post a Comment for "Sebuah Dawuh tentang 'Al-Mujahadah Miftahul Hidayah' (Bapak Jalal Suyuthi)"

Berlangganan via Email