Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Takwa, Introspeksi, Takwa (Al-Hasyr: 18)

Dibaca normal 3 menit

Ayat introspeksi dan takwa

Bagi penulis, ini merupakan ayat yang terlampau indah. Sebuah petunjuk berkehidupan bagi setiap mukmin yang tertuang pada QS. Al-Hasyr ayat 18.

Dalam Kitab Tafsir Al-Mishbah-nya, Prof. Dr. M. Quraish Shihab menjelaskan:

﴿یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ﴾
[الحشر ١٨]

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah dikedepankannya untuk hari esok. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyangkut apa yang kamu kerjakan Maha Mengetahui.”

Dimulai dari memahami ...

Makna Taqwa (Yang Pertama)

Perintah takwa yang pertama ditujukan kepada khitab (orang yang beriman) supaya menghindar dari siksa Allah (baik di dunia maupun akhirat), yakni dengan jalan melaksanakan perintah Allah sekuatnya dan menjauhi larangan-Nya.

Dalam hal ini, takwa hendaknya didorong oleh perasaan takut atau dalam rangka melakukan kebaikan.

Lalu perintah (ditandai dengan lam amr) untuk ...

Introspeksi

Bahwa kata قَدَّمَتْ (yang telah dikedepankan) memiliki arti ‘amal yang dilakukan untuk meraih kebaikan/manfaat di masa datang’. Ini seperti sesuatu yang dilakukan sebagai perantara atau persiapan menyambut tamu yang akan datang.

Adapun kata نَفْسٌ (diri) yang berbentuk tunggal agaknya menunjukkan bahwa masing-masing harus melakukan (memperhatikan) sendiri-sendiri atas dirinya.

Memperhatikannya untuk hari esok, yakni yang dekat (akhirat). Maka hendaknya ...

Takwa Lagi

Takwa ini hendaknya didorong oleh perasaan malu atau dalam rangka meninggalkan keburukan.

***

Menurut Thabathaba’i, ayat ini berisikan perintah untuk mengevaluasi (introspeksi – red) terhadap amal perbuatan yang telah dilakukan.

Seperti seorang pekerja yang telah melaksanakan pekerjaannya, ia dituntut untuk menyempurnakannya (apabila telah baik), atau memperbaikinya (apabila masih ada kekurangan).

Sehingga ketika diperiksa (oleh atasannya), tidak ada lagi kekurangan dan barang itu tampil sempurna.

***

Sederhananya, setiap mukmin diperintahkan Allah untuk takwa (berbuat baik, menjauhi yang buruk), lalu introspeksi (meneliti apakah telah baik atau masih buruk), kemudian takwa lagi (jika telah baik hendaknya istiqomah, jika masih buruk hendaknya bertaubat).

Tetap tenang dan selalu ingat, Allah Maha Mengetahui (terhadap apa saja yang kita kerjakan).

Wa Allah a’lam.

Referensi: Tafsir Al-Mishbah Vol. 14

Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

Post a Comment for "Takwa, Introspeksi, Takwa (Al-Hasyr: 18)"

Berlangganan via Email