Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Manajemen Qana'ah, Menghindari Serakah (Imam Ghazali)

Dibaca normal 4 menit

Quote Qanaah Imam Ghazali

Dalam kitab Mukhtashar Ihya’ Ulumiddin, Imam Ghazali menjelaskan tentang keutamaan harta serta bagaimana kita menyikapinya.

Pada satu kondisi, harta bisa dikatakan terpuji, dan pada kondisi lain dapat dikatakan tercela. Karena ...

Baik-Tidaknya Harta Itu Tergantung Niat Penggunanya

Kebanyakan orang berkeinginan untuk memiliki kebahagiaan yang abadi. Padahal, harta hanyalah wasilah untuk mendapatkannya.

Berbekal harta, seseorang mampu untuk beribadah, bisa memperkuat iman dan takwanya. Termasuk bisa mengeluarkan sedekah jariyah bahkan berangkat ke Baitullah, dengan niatan menggunakan harta demi meraih tujuan akhirat.

Di sisi lain, dengan harta pun, seseorang bisa bermewah-mewahan, menggunakan harta untuk berlaku maksiat, serta memuaskan syahwat. Semua digunakannya hanya untuk merasakan kenikmatan dunia sesaat.

Karena itu sebagai analoginya,

Harta Ibarat Ular, Memiliki Racun Sekaligus Penawarnya  

Manfaat harta adalah penawarnya. Dan bahaya harta itu seperti racunnya. Jadi ketika ada orang yang bisa mengetahui keberadaan racun itu, mampu menghindarinya, serta dapat memanfaatkan obat penawarnya, maka di tangannya harta itu menjadi terpuji.

Seseorang yang dikaruniai harta melimpah, selain punya fadhilah (semisal sedekah dan kedermawanan), juga memiliki ‘afat (seperti kikir dan berlebih-lebihan).

Begitupun sebaliknya. Seseorang yang dikaruniai kecukupan harta, ia memiliki fadhilah (jika mampu qana’ah/rela menerima bagiannya), sekaligus mempunyai ‘afat (seperti tama’/mengharapkan milik orang lain).

Perlu disimak bagaimana Imam Ghazali menerangkan ...

Cara Mengatasi Kikir dan Tama’

Ada 3 komponen obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit kikir dan tama’;

Pertama ialah amal, yakni berhemat dalam penghidupan dan sederhana dalam berbelanja. Karena jika kita ingin berlaku qana’ah, maka kita selayaknya dapat meminimalisir pengeluaran dan belanja kita. Dalam satu hadits dikatakan,

التَدْبِيْرُ نِصْفُ الْمَعِيْشَةِ

Manajemen adalah separuh penghidupan

Maksudnya, apabila kita memiliki persepsi tentang akibat dari pembelanjaan, maka kita akan terhindar dari sifat pemborosan.

Kedua, membatasi angan-angan supaya kita tidak terombang-ambing dan gelisah akan banyaknya kebutuhan.

Ketiga, kita perlu mengetahui bahwa qana’ah (rela) merupakan sifat yang mulia, dengannya kita dapat terbebas dari meminta-minta, dan menyadari bahwa tama’ (serakah) adalah perbuatan hina.

Dengan begitu, kita akan selamat.

Wa Allah a’lam.

***

Teks asli (Mukhtashar Ihya’ Ulumiddin al-musamma al-Mursyid al-Amin)

واعلم أن مقصد الأكياس والكرام سعادة الأبد، والمال وسيلة إليها، تارة للتزود منه ليقوي على التقوى والعبادة، وتارة بإنفاقه في طريقة الآخرة. ومن أخذه للترفه أو توسل به إلى المعاصي والشهوات فهو مذموم في حقه.

واعلم أن مثاله مثال حية فيها سم وترياق، ففوائدها ترياقها، وغوائلها سمها، فمن علمها وقدر على الاحتزاز من سمها والانتفاع بترياقها فهو محمود في حقه.

اعلم أن هذا الدواء مركب من ثلاثة أركان: الصبر، والعلم، والعمل.

الأول: هو العمل، وهو الاقتصاد في المعيشة والرفق في الإنفاق. فمن أراد عز القناعة فليقلل الخرج والنفقة، ففي الخبر: « التدبير نصف المعيشة ».

الثاني: قصر الأمل حتى لا يضطرب بسبب الحاجة في ثاني الحال.

الثالث: أن يعلم ما في القناعة من العز والاستراحة عن السؤال وذل الطمع، فبذلك يتخلص.

Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

Post a Comment for "Manajemen Qana'ah, Menghindari Serakah (Imam Ghazali)"

Berlangganan via Email