Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ada Barakah di Balik Kejujuran, Fakir di Balik Kecurangan

Dalam kitab Al-Minahus saniyyah karya Abdul Wahab asy-Sya’rani, diceritakan bahwa suatu hari Nabi memergoki seorang penjual yang tidak jujur dalam pekerjaannya.

Nasihat Nabi Untuk Bekerja Dengan Jujur

Ketika Nabi berjalan-jalan di pasar melewati setumpuk bahan makanan, beliau memasukkan tangannya ke dalam tumpukan itu. Ternyata, di bagian dalamnya basah. Kemudian beliau bertanya, “Apa ini wahai pemilik makanan?”

Jawabnya, “Wahai Rasulullah, makanan ini terkena hujan.”

Rasulullah pun bersabda, “Mengapa makanan yang basah ini tidak kamu taruh di atas sehingga orang-orang yang ini membeli bisa melihatnya?”

Hadits Kecurangan

Lanjut Nabi, “Barang siapa menipu kami, maka dia bukan termasuk golongan kami.”

Ada Barokah Di Balik Kejujuran, Fakir Di Balik Kecurangan

Mushonnif kitab menjelaskan, bahwa setiap orang yang berlaku baik dalam pekerjaan dan tidak mengandalkan pekerjaan itu, maka Allah akan memberi keberkahan di dalam modalnya tanpa terasa olehnya, sehingga dia menjadi orang yang paling berkecukupan dalam hartanya.

Sebaliknya, barang siapa yang tidak jujur/curang/melakukan penipuan dalam pekerjaannya, maka akan terbuka tingkah lakunya, hilang barakahnya, dan dalam waktu yang relatif singkat dia akan menjadi buah bibir orang banyak.

Fakir sebab curang


***

Sedikit nasihat penting di atas, baru-baru ini penulis peroleh (kembali) setelah sowan dan silaturrahmi kepada guru penulis, KH. Zainal Umam, pengasuh Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Bangsri saat momen Idul Fitri.

Semoga kita semua benar-benar termasuk umat yang diberi keberkahan lantaran kejujuran kita dalam bekerja, seraya terhindar dari sifat penipuan dan berlaku curang (tidak jujur) dalam setiap pekerjaan. Aamiiin.

Wa Allah a’lam.

Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

Post a Comment for "Ada Barakah di Balik Kejujuran, Fakir di Balik Kecurangan"

Berlangganan via Email