Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bismillah, Membersamakan Allah di Setiap Kebaikan (Al-Fatihah: 1)

Dengan Bismillah, Membersamakan Allah pada Segala Kebaikan (Tafsir Al-Mishbah)

Satu bacaan yang setiap waktu (sebenarnya) kita diutamakan untuk membacanya, sebagai tanda terhadap baiknya pekerjaan yang akan kita lakukan. Bacaan itu adalah basmalah (bismillahirrohmanirrohim). Berikut adalah penjelasan KH. Quraish Shihab terhadap makna huruf ba' pada awal bacaan tersebut.

~

Huruf Ba' (dibaca bi) yang diterjemahkan dengan kata dengan mengandung satu kata atau kalimat yang tidak terucapkan tetapi harus terlintas di dalam benak ketika mengucapkan Basmalah, yaitu kata "memulai", sehingga Bismillah berarti "Saya atau kami memulai apa yang kami kerjakan ini - dalam konteks surah ini adalah membaca ayat-ayat al-Qur'an - dengan nama Allah." Dengan demikian, kalimat tersebut menjadi semacam doa atau pernyataan dari pengucap, bahwa ia memulai pekerjaannya atas nama Allah. Atau dapat juga diartikan sebagai perintah dari Allah (walaupun kalimat tersebut tidak berbentuk perintah) yang menyatakan "Mulailah pekerjaanmu dengan nama Allah". Kedua pendapat yang menyisipkan - dalam benak - kata "memulai" pada Basmalah ini, memiliki semangat yang sama, yakni menjadikan (nama) Allah sebagai pangkalan tempat bertolak.

Apabila seseorang memulai suatu pekerjaan dengan nama Allah atau atas nama-Nya, maka pekerjaan tersebut akan menjadi baik, atau paling tidak, pengucapnya akan terhindar dari godaan nafsu, dorongan ambisi atau kepentingan pribadi, sehingga apa yang dilakukannya tidak akan mengakibatkan kerugian bagi orang lain, bahkan akan membawa manfaat bagi diri pengucapnya, masyarakat, lingkungan serta kemanusiaan seluruhnya.

Ada juga yang mengaitkan kata bi (dengan) dengan memunculkan dalam benaknya "kekuasaan". Pengucap "Basmalah" seakan-akan berkata: "Dengan kekuasaan Allah dan pertolongan-Nya pekerjaan yang sedang saya lakukan ini terlaksana." Pengucapnya ketika itu (seharusnya) sadar bahwa tanpa kekuasaan Allah dan pertolongan-Nya apa yang sedang dikerjakannya itu tidak akan berhasil. Dengan demikian, ia menyadari kelemahan dan keterbatasan dirinya tetapi dalam saat yang sama pula (setelah menghayati arti Basmalah ini), ia memiliki kekuatan dan rasa percaya diri karena ketika itu dia telah menyandarkan dirinya kepada Allah dan memohon bantuan Yang Maha Kuasa itu.

Rasulullah saw. bersabda: "Setiap perbuatan yang penting yang tidak dimulai dengan 'Bismillahirrahmanirrahim' maka perbuatan tersebut cacat" (HR. as-Suyuthi dalam al-Jami' ash-Shagir yang menurutnya disebut oleh Abdul Qadir ar-Rahawi yang menyatakan bahhwa perawinya dari sahabat Nabi adalah Abu Hurairah).

Ketika membaca Basmalah dan memulai satu pekerjaan, apapun jenis pekerjaan itu, misalnya makan, minum, belajar, berperang bahkan bergerak dan diam sekalipun, kesemuanya harus disadari bahwa titik tolaknya adalah Allah swt. dan bahwa ia dilakukan demi karena Allah. Ia tidak mungkin dapat terlaksana kecuali atas bantuan dan kekuasaan Allah swt.

~

Menyelami makna tiap-tiap kalam Allah bisa dijadikan sebagai salah media refreshing iman kita setiap harinya. Termasuk setiap pekerjaan yang kita lakukan akan menjadi lebih bermakna ibadah manakala disematkan pada Allah swt. Semoga selalu bernilai ibadah. Aamiiin.
Wallahu a'lam.
Achmad Syarif S
Achmad Syarif S Bermedia dalam Jeda

4 comments for "Bismillah, Membersamakan Allah di Setiap Kebaikan (Al-Fatihah: 1)"

Berlangganan via Email